Gedung Sate

is a neo-classical building mixed with native elements. Once the seat of the Dutch East Indies department of Transport, Public Works and Water Management, it now serves as the governor's office of the West Java province in Indonesia. Located in Bandung, it was built in 1920 after a design by Dutch architect J. Gerber.

Gedung Merdeka

is an art-deco building in Jalan Asia-Afrika, Bandung, Indonesia. Today it serves as a museum displaying collections and photographs of the Asian–African Conference, the first Non-Aligned Movement that was held there in 1955.

Pasupati Bridge or Flyover Pasupati

is a bridge that connects the north and east through the valley Cikapundung Bandung . The length of 2.8 km and a width of 30-60 m . Some roads were built on Pasteur Street , is a long street with palm trees on the right and left kings that characterized the city of Bandung

Alun-Alun Bandung

is characterized by a large piece of land . All around there are functional buildings . The place is near Grote Postweg .

Masjid Raya Bandung

is a mosque for the province of West Java . This mosque was first built in 1810 , and since its inception , the Great Mosque has undergone eight times reforms in the 19th century , then five times in the 20th century until it was renovated again in 2001 up until the inauguration of the Masjid Raya Bandung June 4, 2003 which was inaugurated by Governor Jabar then, HR Nuriana . The new mosque , which is patterned Arabic , replacing the old Great Mosque , which is patterned Sundanese .

300 Hotel di Bandung Siap Gandeng Pengamen

BANDUNG - Tak kurang dari 300 hotel di Kota Bandung, Jawa Barat, yang berada di bawah naungan Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat siap menampilkan talenta pengamen jalanan Kota Bandung. Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, merekomendasikan kepada seluruh pengusaha hotel dan restoran agar menampilkan talenta pengamen jalanan Kota Bandung yang diyakininya memiliki suara merdu dan kemampuan bermusik untuk menghibur para pengunjung.
"Itu belum termasuk restoran karena belum dikonsolidasikan, kalau hotel sudah konsolidasi dan sepakat," kata Ridwan, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/2). Lebih lanjut dia menambahkan, PHRI dan Pemerintah Kota Bandung telah menunjuk dua kelompok pengasuh pengamen yaitu KPJ dan seniman bangun pagi untuk menjadi kurator.
Kedua kelompok ini nantinya yang akan memilih pengamen yang pantas untuk tampil di hadapan pengunjung hotel. "Jadi yang modal tutup botol atau modal memaksa tidak akan lulus. Ini dilakukan supaya hotel juga bisa menerima kualitas musikalitas pengamen. Seperi pengamen idol saja," ujar Ridwan.
Jika telah terpilih pengamen-pengamen berkualitas yang pantas untuk tampil di hotel-hotel, mereka akan langsung dibayar tanpa perantara. "Langsung disewa sesuai perjanjian dan kemampuan hotel. Saya tidak ikut campur," kata Ridwan.
"Seburuk-buruknya kalau memang sama saja pendapatannya, minimal tidak harus panas-panasan di jalanan," kata Ridwan. Dia melakukan upaya tersebut untuk mensejahterakan warga Kota Bandung terutama kaum marjinal dengan berbasis ekonomi kerakyatan kreatif.
Untuk pemerataan ekonomi itu, kata Ridwan, dia mengimbau pengusaha hotel membuka pintu untuk kaum marjinal yang juga berusaha mencukupi kebutuhan ekonomi dari sektor pariwisata.
"(Selama ini) ada sekitar 6 juta wisatawan pertahun yang menghasilkan minimal Rp 6 triliun tapi larinya hanya ke pengusaha kaya saja, sementara masyarakat bawah ketiban macetnya saja," imbuh dia. (sumber: jogja.tribunnews.com)

Pemkab Bandung Akan Bangun Gedung Pusat Iptek

Untuk lebih menggenjot mutu lulusan SMA/SMK/MA, Pemkab Bandung berencana membangun gedung pusat Iptek (science center) di komplek Gedung Seni Sabilulungan. Nantinya gedung ini akan melatih para siswa kelas XII agar siap mengikuti pendidikan atau pelatihan di luar negeri.

Gempa Kebumen, Mengapa Hampir Seluruh Jawa Merasakannya?

Gempa bermagnitud 6,5 mengguncang Kebumen pada Sabtu (25/1/2014) 12.14 WIB. Gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah Jawa.